Game Legends of Runeterra

 Developer gim asal Amerika Serikat, Riot Games, tak pernah keluar dari genre MOBA sejak meluncurkan League of Legends (LoL) pada 2009. Sepuluh tahun berselang, mereka mencoba banting setir dengan memproduksi beberapa gim dengan beragam genre. Salah satunya adalah Legends of Runeterra yang merupakan gim permainan kartu.

Sama seperti Gwent yang mengadaptasi karakter dari The Withcer, Legends of Runeterra juga diwarnai oleh karakter-karakter dari League of Legends. Hal ini membuat para pemain setia LoL tak akan asing ketika memasuki dunia Runeterra. Prinsip gim ini mirip dengan gim permainan lain, semacam Yu-Gi-Oh. Yakni menyerang musuh untuk menghabiskan Hit Point.



Namun, sensasi di Legends of Runeterra benar-benar seperti gim MOBA karena yang diserang adalah Nexus (semacam turret). Saat hendak memainkan gim ini, pemain mesti memilih kartu secara bebas. Syaratnya, pemain harus mengambil dua region kartu dari tujuh yang disediakan. Ada tiga jenis kartu di sini: Champion, Follower, dan Spells (sihir).

Penggabungan kartu dari dua region bisa menghasilkan kartu baru dengan potensi efek yang lebih besar. Namun, untuk bisa melakukan penggabungan kartu, seseorang harus menghafalkan 40 keyword. Memang cukup rumit, tetapi nyatanya gim ini meraih penghargaan Best Competitive Game pada Google Play Awards 2020.

Komentar

Postingan Populer